Tampilkan postingan dengan label ASTRONOMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASTRONOMI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2012

Lubang Hitam



Lubang Hitam Kecil Bangkitkan Angin Kosmik
NASA mengatakan, lubang hitam 'stellar mass' adalah relatif kecil, dengan massa hanya 5 hingga 10 kali matahari kita.

Badan antariksa Amerika, NASA mengatakan angin kosmik yang dibangkitkan oleh lingkaran gas kosmik yang berputar mengelilingi sejenis lubang hitam ukuran kecil adalah yang paling cepat pernah dicatat dekat lubang hitam demikian.
Para peneliti NASA mengatakan mereka mencatat kecepatan angin 32 juta kilometer per jam -- kira-kira 3 persen kecepatan cahaya—dengan menggunakan alat dalam Chandra X-Ray Observatory.
Kecepatan angin kosmik yang demikian tinggi sebelumnya dikira hanya terjadi dekat lubang hitam yang paling besar di jagat raya. Lubang hitam adalah benda paling padat dan paling berat di jagat raya. Medan gravitasinya yang kuat itu menciptakan vortex yang menyedot gas dan kepingan-kepingan benda dari jutaan kilometer sekelilingnya dan bahkan menangkap cahaya dan tidak dapat lolos dari cengkeramannya.
Benda demikian yang paling besar – yang dinamakan lubang hitam supermassive – diyakini berada pada pusat setiap galaksi yang sangat besar, termasuk galaksi kita sendiri, bima-sakti.
Lubang hitam itu dapat berjuta atau milyaran kali matahari kita. Tetapi “lubang hitam stellar mass” adalah relatif kecil, dengan massa hanya 5 hingga 10 kali matahari kita.
Alat penyelidik Chandra yang mengorbit bumi itu menunjukkan bahwa lubang hitam stellar mass yang membangkitkan angin berkecepatan rekor mengorbit bintang yang mirip matahari dalam sistem binary 28 ribu tahun cahaya dari Bumi.
NASA mengatakan data dan pengukuran yang dilakukan Chandra memberi penjelasan penting mengenai tingkah laku lubang hitam yang lebih kecil, dan pengaruhnya terhadap benda di dekatnya.



Bimasakti


Terdapat banyak bintang, nebula, dan gugus bintang yang bisa diamati di langit setiap malamnya. Semua objek tersebut berada di dalam galaksi kita. Di beberapa bagian bintang nampak padat sehingga ketika langit cerah, bersih dari awan, dan kondisi sekitar yang gelap, kita bisa melihat pita berwarna putih yang memanjang dan melintasi beberapa rasi seperti Sagittarius (arah pusat Galaksi), Scorpius, Ophiucus, Aquila, Cassiopeia, Auriga, Crux, dan Centaurus. Sementara di bagian yang lain tampak celah-celah gelap yang menunjukkan adanya materi antar bintang yang tebal. Itulah (bidang) galaksi yang kita tinggali. Bentuknya yang seperti itu kemudian menginspirasi orang untuk menamakannya dengan sebutan Milky Way. Kata galaksi dan milky way itu sendiri diadaptasi dari bahasa Yunani “galaxias” dan Latin “via lactea” dengan kata dasar lactea yang berarti susu. Sedangkan menurut orang Indonesia, galaksi kita diberi nama Bimasakti. Menurut salah satu sumber dari Observatorium Bosscha, sejarah penamaan ini berasal ketika Presiden RI pertama, Soekarno, ditunjukkan citra galaksi oleh salah seorang astronom Indonesia. Ternyata, Soekarno melihat salah satu bagian gelap di foto tersebut menyerupai tokoh Bima Sakti. Namun tidak diketahui bagian gelap mana yang dimaksud.
Galaksi adalah tempat berkumpulnya bintang-bintang di alam semesta. Hampir tidak ditemukan adanya bintang yang berkelana sendiri di ruang antar galaksi. Dan Matahari termasuk di antara 200 milyar bintang di Galaksi Bimasakti (disingkat dengan Galaksi). Dengan asumsi bahwa rata-rata massa bintang di Galaksi adalah sebesar massa Matahari, maka massa Galaksi dapat mencapai 2 x 10^11 massa Matahari (massa Matahari adalah 2 x 10^30 kg).

Galaksi Andromeda



Galaksi
 Adromeda dan Bima Sakti akan tabrakan, mari kita lihat pengetahuan yang satu ini.
Galaksi Andromeda dan galaksi Bima Sakti tempat planet Bumi berada merupakan dua galaksi raksasa yang bertetangga. Keduanya hanya terpisah jarak 2,5 juta tahun cahaya atau sekitar 18,8 triliun kilometer.
Sebelumnya, galaksi Andromeda memiliki ukuran lebih kecil. Namun sepanjang perjalananan hidupnya, galaksi itu “memakan” sejumlah galaksi kecil yang terbang di dekatnya akibat besarnya gaya gravitasi yang dimiliki. Akhirnya ukuran Andromeda kurang lebih sama besar dengan Bima Sakti.
Yang menarik, seperti dikutip dari Msnbc, 2 Februari 2011, saat ini galaksi Bima Sakti dan Andromeda saling mendekat dengan kecepatan sekitar 120 kilometer per detik dan akan bertabrakan.

Namun, jaraknya yang masih sangat jauh membuat tabrakan super raksasa ini baru akan terjadi sekitar 3 miliar tahun yang akan datang. Lalu, apakah bumi akan hancur? Untuk mengetahuinya, astronom menggunakan simulasi superkomputer dan mengkalkulasikan skenario yang mungkin terjadi saat Andromeda dan Bima Sakti saling beradu.
Video simulasi yang dibuat menggunakan 100 juta partikel virtual. Film yang dibuat menyoroti ruangan dengan sudut pandang selebar sekitar 10 juta triliun kilometer. Adapun durasi waktu yang direkam oleh simulasi komputer itu mencapai 1 miliar tahun.

Cakram Bimasakti



Cakram bintang Bima Sakti kira kira berdiameter 100.000 tahun cahaya (9.5×1017 km), dan diperkirakan rata rata mempunyai ketebalan 1000 tahun cahaya (9.5×1015 km). Bima Sakti diestimasikan mempunyai setidaknya 200 miliar bintang dan mungkin hingga 400 miliar bintang. Angka pastinya tergantung dari jumlah bintang bermassa rendah, yang sangat sulit dipastikan. Melebihi bagian cakram bintang, terletak piringan gas yang lebih tebal. Observasi terakhir mengindikasikan bahwa piringan gas Bima Sakti mempunyai ketebalan sekitar 12.000 tahun cahaya (1.1×1017 km) - sebesar dua kali nilai yang diterima sebelumnya. Sebagai panduan ukuran fisik Bima Sakti, sebagai misal kalau diameternya dijadikan 100 m, Tata Surya, termasuk awan oort, akan berukuran tidak lebih dari 1 mm.
Cahaya galaksi memancar lebih jauh, tapi ini dibatasi oleh orbit dari dua satelit Bima Sakti yaitu Awan Magellan Besar dan Kecil (the Large and the Small Magellanic Clouds), yang memiliki perigalacticon kurang lebih 180.000 tahun cahaya (1.7×1018 km). Pada jarak ini dan lebih jauh selanjutnya, orbit-orbit dari obyek sekitar akan didisrupsi oleh awan magelan, dan obyek obyek itu kemungkinan besar akan terhempas keluar dari Bima Sakti.