Kini, tren dunia kecantikan tidak sebatas rambut dan wajah tapi sudah bergeser
keperawatan hampir seluruh bagian tubuh. Mulai
dari menghilangkan bulu-bulu tersembunyi agar kulit licin mulus
(waxing), merawat kuku-kuku tangan dan kaki(manikur-pedikur), hingga
mempercantik kuku (nail art, nail spa). Di Jepang dan Korea, nail
art dan nail spa telah menjadi life style masyarakatnya
dan berkembang sebagai industri kreatif. Bagaimana di Indonesia?
Nail spa dan nail art adalah pengembangan
dari manikur-pedikur, perawatan ini dilakukan agar kuku tangan (ataupun kaki)
tumbuh rapi, bersih, sehat, dan cantik. Dengan nail art, 10 ruas kuku yang
sudah dirawat dengan manikur dan pedikur, diberi pewarnaan dengan motif-motif
yang indah, menggunakan teknik airbrush, nail art, ataunail extension. Jika nail
art melukis dan mewarnai kuku asli, sedangkan nail extensiondilakukan
di atas kuku yang terlebih dulu ditempeli kuku palsu.
seni melukis kuku pertama kali dikembangkan di Perancis oleh
produsen kosmetik Revlon. Di Jepang, nail art telah menyatu dengan
industri fashion dan sangat eksis melalui Japan Nail Association yang selama 25
tahun terakhir menggelar Festival Nail Art sebagai ajang tahunan. Di Korea, di
mana budaya pop sangat dominan, nail art shop memenuhi hampir setiap
sudut kota. Bahkan banyak artis pria Korea menjadi pelanggan nail art shop.
Di New York, nail art telah menjadi industri
kreatif yang sangat berkembang. Mulai dari penerbitan (Nail Magazine), TV show
(NailTV), hingga konstltan salon nail (New York City Nail Salon).